Rabu, 18 November 2020

MEMIMPIKAN PEMIMPIN PAHLAWAN

 OPINI

 

‘Merdeka atau mati’’adalah kata patriotisme yang keluar dari bung tomo, perkataan yang membangkitkan nasionalisme sehingga membuat masyarakat surabaya menggelora dengan semangat yang ber api-api untuk menyikapi ultimatum dari pasukan inggris yang ingin menghancurkan kota surabaya dengan memberikan pamflet-pamflet dari pesawat agar masyarakat surabaya saat itu menyerah supaya memberikan senjata kepada pasukan inggris dan juga memberikan ancaman dalam waktu tiga hari akan melumat habis kota surabaya.

Namun bagi masyarakat surabaya saat itu adalah moment yang membuat kehidupan yang bersejarah banyak andil yang ikut berperan dalam pertempuran 10 november ini para kyai para, para pemuda,para tokoh berperan dalam peristiwa 10 November bahkan kh hasyim asy’ari mengeluarkan pernyataan resolusi jihad tentang peristiwa ini.ada hal yang membuat tertarik para kyai sepulau jawa menyikapi resolusi jihad salah satunya pimpinan pondok pesantren buntet kyai Abbas,

Bahkan indonesia saat itu adalah negara yang baru berdiri dan belum lengkap peralatan persenjataanya begitu juga minimnya dalam pengalaman latihan tempur sehingga banyak yang menjadi senjata makan tuan adapun mempunyai alutsista militer hanya dari sisa alat persenjataan dari jepang saja.dari peristiwa itu masyarakat siap perang berani melawan pasukan inggris dan belanda ini menandakan bahwa indonesia negara yang tidak bisa diremehkan.

            Dimasa era modern ini perkembangan keilmuan makin mutakhir banyak sumber daya manusia yang mengikuti perkembangan keilmuan bahkan dapat kemudahan dari sarana keilmuan melalui teknologi informasi namun amat disayangkan bentuk peduli dari masyarakat untuk rasa cinta kepada negara ,bangga kepada negara, tanggung jawab kepada negara. Kurang seratus persen untuk peduli seperti di zaman bung tomo.

            Sebagai pemuda yang hidup di masa milenial ini seharusnya menjadi harapan pahlawan bangsa untuk masa depan negara karena bisa lebih mengetahui langkah kedepan bisa menyelesaikan masalah dengan mudah menjadi pemecah masalah dan memperhatikan kegiatanya setiap hari agar setiap waktunya tidak sia sia. Dengan begitu kami sebagai pemuda yang hidup di zaman sekarang rindu dengan pahlawan seperti bung tomo, panglima jendral sudirman, bungkarno,bung hatta, dan banyak tokoh tokoh lainya.

            Harapan negara sangat menginginkan jiwa karakter para pahlawan itu ada dalam diri di setiap pejabat negara baik anggota DPR,MPR,MENTERI, dan pejabat lainya.jika ada karakter seperti pahlawan yang peduli kepada negara nya maka negara akan menjadi negara yang makmur aman jaya dan sentosa. Sayang sekali adanya teknologi yang makin berkembang jika tidak di manfaatkan.

            Bayangkan perjuangan para pahlawan yang sudah memberikan jiwa raganya jika sekarang tidak kita syukuri maka sangatlah rugi karena dengan semakin majunya teknologi dapat mengubah pola pikir masyarakat muda yang menjadi penerus bangsa dan juga harus menjadi pribadi yang berguna untuk diri sendiri apalagi untuk masyarakat harus lebih bermanfaat  itulah salah satu contoh untuk menjadi pahlawan nasional untuk saat ini.

            Kami sangat merindukan pemikiran para tokoh pendiri bangsa yang peduli terhadap negara jika ada para pemimpin kita saat ini baik yang kerja di anggota legislatif, aparatur negara, dan seperangkat alat negara lainya maka kami sebagai masyarakat indonesia sangat bersyukur sekali bisa bertemu dengan pemimipin yang kami mimpikan seperti para pahlawan bangsa di awal berdirinya indonesia.

 

             

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Sejarah pondok pesantren alfatah temboro   Al-Fatah Temboro adalah salah satu Pondok Pesantren besar di Nusantara yang memiliki ribuan...