Selasa, 03 November 2020

Maulid Nabi dan Pesan Kemanusiaan

 

Dengan hadirnya perayaan maulid nabi di tengah maraknya berita karikatur nabi muhamad SAW masyarakat muslim di seluruh dunia serentak mengisi dengan pujian,doa, barzanji, simtudurror,diba,burdah, manaqib menghayati kisah perjuanganya. tepat Pada tanggal 12 rabiul awal Nabi muhamad SAW lahir ditetapkan lah sebagai hari maulid nabi yang pada umumnya masyarakat menyebutnya maulid atau maulud namun pada dasarnya merayakan lahirnya Nabi Muhamad SAW.

Tentang kemunculan maulid Nabi

Diantara para nabi yang merayakan hari kelahiranya hanyalah nabi muhamad SAW terlepas dari itu merupakan kelebihan dan keutamaan nabi akhir zaman yang allah SWT selalu sebut namanya di dalam Al-Qur`an. Namun bagaimanakah sejarah maulid itu ada ?

Dilansir dari tirto.id, perayaan maulid nabi muhamad SAW pertama kali diinisiasi oleh khalifah Mu`iz li Dinillah, salah seorang khalifah dari dinasti fatimiyah di mesir pada 341 Hijriyah. Kemudian perayaan maulid dilarang oleh Al-Afdhal bin Amir Al-Juyusi dan kembali marak pada masa Amir li Ahkamillah pada 524 H.

Perayaan maulid Nabi SAW kemudian dilakukan kembali berdasarkan instruksi salahudin Al-Ayyubi pada 1183 M/579 H, atas usul Muzaffarudin, saudara iparnya, diantara tujuanya adalah untuk meningkatkan semangat juang Islam, serta mengimbangi maraknya perayaan natal yang dilakukan umat Nasrani.

Setahun berikutnya salahudi Al-Ayyubi memberikan sayembara untuk menulis sejarah riwayat kehidupan Nabi Muhamad SAW serta pujian-pujian. Syaikh ja`far Al-Barzanji terpilih sebagai pemenang dengan kitabnya yang sering di baca selama maulid yaitu dinamakan kitab Barzanji.

Kendati demikian maulid nabi menjadi perdebatan di kalangan para ulama ada yang mengatakan bid`ah ada yang mengatakan Bid`ah hasanah,namun menurut Ustadz Abdus Somad di kalangan Arab ulama nya hanya sedikit saja yang mengharamkan maulid, sedangkan yang lainya boleh asalkan ada unsur kebaikanya. Begitu juga syehk yusuf Al-Qordowi mengatakan dahulu di zaman para sahabat tidak ada maulid nabi karena masih bertemu dengan nabi seperti sa`ad bin Abi Waqas ketika menceritakan kepada anaknya tentang perang badar,Uhud,Tabuk.  Berbeda halnya dengan umat muslim di abad berikutnya perlu di bacakan kisah sejarah nabi Muhamad SAW beserta pujianya agar timbul dalam setiap hati umat Islam rasa kecintaan kepada nabi Muhamad SAW.

Krisis keteladanan

Prilaku  menyimpang yang terjadi dalam masyarakat belakangan ini merupakan bentuk hilangnya nilai kesadaran manusia terhadap saling menghormati sehingga yang terjadi adalah kebebasan pendapat  yang kebablasan. hal ini marak beredar pemberitaan karikatur nabi Muhamad saw yang di cetak oleh media Charlie Habdo media yang berasal dari prancis. Umat Islam sangat menyesalkan perbuatan media tersebut karena jauh dari kata menghormati sedangkan masyarakat muslim sangat menghormati nilai nilai kemanusiaan dengan menjunjung tinggi persaudaraan cinta damai dan kasih sayang namun mempunyai aturan terhadap hal yang sakral. Islam melarang membuat gambar tentang nabi Muhamad SAW karena Islam menjaga orisinilitas keaslian nabi Muhamad SAW karena jika di gambarkan yang di takutkan adalah terjadi seperti di zaman nuh AS yang di ceritakan dalam kitab Qososunabayin bahwasanya orang-orang shalih yang di gambar dijadikan untuk sesembahan oleh sebab itulah Islam dengan keras melarang menggambar Nabi Muhamad SAW.  

Islam dan kemanusiaan

Islam datang untuk rahmatan lil alamin dengan memberikan yang terbaik kepada manusia jika dibandingkan, manusia tanpa agama akan rusak kenapa hal itu terjadi. Sebab itulah allah SWT mengutus rasul untuk menyampaikan agama. Jauh sebelum orang barat menyatakan bebas berpendapat bebas berkarya, menghargai perbedaan agama etnis bahasa, model seperti itu sudah di cetuskan di madinah oleh Nabi Muhamad SAW dan masyarakatnya di kota madinah.

Pada hakekatnya manusia dari lahir sudah di bekali naluri kebaikan namun kebaikan itu bisa dipahami oleh pribadi masing masing. Berbahaya dengan halnya pemahaman kebaikan yang menurutnya baik padahal orang lain tidak menilai baik. 

Begitu juga prinsip yang ada dalam diri manusia adalah kebaikan,kebenaran,kebajikan,kasih sayang, cinta damai, dari prinsip tersebut akan terlihat terarah jika di sandingkan dengan agama bahkan sangat bernilai berbuah ganjaran di akherat kelak.

Kesimpulan

Salah satu hikmah perayaan maulid ini untuk menyatukan ukhuwah Islamiyah,sehingga maulid nabi merupakan momentum yang paling berharga oleh umat islam karena dengan mengingat kisah perjuangan nabi muhamad saw bisa membangkitkan semangat keislaman. begitu juga mengajarkan arti penting kemanusiaan dari sifat kebaikan , kebajikan, kasih sayang, cinta damai,saling menghormati,saling menghargai yang rasulullah SAW ajarkan kepada umatnya agar menjadikan suri tauladan untuk  kehidupan manusia saat ini.

Betapa agung dan mulianya rasulullah SAW, umat nya yang tidak pernah melihat beliau namun sangat memuliakan dan menghormati bahkan ketika mendengar namanya di anjurkan untuk banyak bersholawat. Begitu juga rasulullah SAW sangat rindu kepada umatnya dikatakan dalam hadis  ketika hari kiamat saat semua umat manusia di bangkitkan dari alam kubur yang pertama di sebut oleh beliau adalah umatku umatku umatku

Dalam hal kemanusiaan pernah dilakukan oleh ormas ormas Islam di Indonesia untuk menyatukan persaudaraan sebagiamana salah satunya  Nu dan Muhamadiyah umumya Nu merayakan maulidan sedangkan Muhamadiyah hanya memperingati dengan di isi acara kegiatan yang bermanfaat artinya perayaan maulid menunjukan persaudaraan persatuan ukhuwah islamiyah Dan juga menyatukan kembali sifat kemanusiaan yang pada dasarnya di tutupi oleh kesukuan, ras, etnis, bahasa, agar semuanya terarahkan dan bisa menghasilkan nilai nilai postif  untuk  generasi masyarakat muslim Indonesia di masa depan.  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Sejarah pondok pesantren alfatah temboro   Al-Fatah Temboro adalah salah satu Pondok Pesantren besar di Nusantara yang memiliki ribuan...